Siapa Saja Boleh Menulis Disini!
Setelah saya pikir-pikir dan renungkan *halah* … akhirnya saya memutuskan untuk menerima sopir penulis tembak yang bersedia dan suka rela mau menuliskan segala yang dia tau (Bukan sok tau ya…) baik itu pengalaman, ilmu pengetahuan atau lainnya, untuk di share kepada sesama. Jadi…, mulai saat ini, jika anda ingin menulis secara langsung artikel-artikel atau opini yang bisa dipertanggung jawabkan, maka silahkan kontak saya melalui kontak form yang tersedia. Saya akan reply secepatnya, dan meng-add diri anda sebagai salah satu editor disini berupa username dan password yang akan dikirim melalui email.
Juga…, saya akan buat page (halaman khusus) tentang kraeng, eja, enu, kapo doa, jou, weta, moat, no, oa.. yang menjadi editor disini, agar para pembaca tau bahwa yang nulis itu anda dan tampang anda seperti ini :-).
Perlu ditambahkan lagi, artikel-artikel yang akan anda tulis, bukan hasil rekayasa atau copy dari tempat lain kemudian dipaste disini, karena nenek moyang kita adalah seorang Pelaut bukan Pembajak. Kalau ada yang kurang jelas, jangan sungkan-sungkan bertanya/komentar melalui comment form dibawah tulisan ini. Baiklah, saya dengan senang hati, rendah hati menunggu kedatangan anda. Mari kita berbagi… bukan saja berbagi harta, tapi berbagi pengalaman dan ilmu antar sesama itu penting dan hikmahnya luar biasa.










tarsi
Jun 12th, 2008 at 3:31 amTA be sengaji! poli lompong bo ga?
Awal saya bingung apa yang saya harus tulis? kampung (beo) pengalaman, dll. saya benar benar bingung. Akhirnya saya coba membagi unek2x saja.
Terus terang saya di kakarta uda hampir 10 tahun. Awal-awal saya pikir saya akan merasa sangat senang apabila saya bisa tinggal dan bekerja di jakarta. Setelah saya bekerjka hampir 7 tahun, saya merasa tidak betah dan ingin sekali pulang. NAmun saya juga bingung, kalau nanti saya pulang ke kampung saya bisa bekerja apa.tapi menurut saya juga saya bisa bekerja sebagai guru atau apalah karena saya dsini juga guru ( b. inggris). NAmun saya masih juga bingung saya siap atau tidak dengan mungkin perubahan pendapatan yang akan di dapat nanti disana.
TApi saya percaya juga bahwa saya tidak mungkin mati kelaparan disana.
Kraeng, ada saran atau ide? Tolpnglahah saya yang sedang bingung?
pinginnya sih pns disana?
terima kasih bayak sudah membaca surat saya.
Do do rabo,
Tarsisius A.J
gustic
Jun 15th, 2008 at 2:13 pm@Tarsi - Sebelumnya saya mohon maaf, karena saya bukanlah seorang Motivator, tapi kalo baca-baca dari Curhatan Kraeng, saya pikir kita semua sama dan siapapun juga pasti ingin pulang kekampung halamannya. Namun melihat situasi dan kondisi seperti sekarang ini, menurut hemat saya, alangkah baiknya kraeng melanjutkan apa yang sudah didapat saat ini.
Di Flores sendiri, juga banyak yang nganggur, hal ini dikarenakan lapangan kerja yang ada di flores untuk orang-orang yang sudah pegang izajah apalagi seperti Om Tarsi, untuk saat ini selain PNS belum ada. Paling juga jadi petani, tapi apa kraeng siap nanti pagi-pagi bangun ambil cangkul dan kesawah atau kebun? Itu masalahnya…
Marsel Trivena Teda Wawo
Aug 18th, 2008 at 2:33 amsaya eja marsel dari ende, saat ini bekerja sebagai tutor bahasa Indonesia dengan orang asing yang mau bekerja di Indonesia. tolong bisa informasikan tentang budaya flores dan saya ingin mengirimkan beberapa tulisan saya. saya lulusan dari salah satu kampus di jogja, jurusan jurnalistik ilmu komunikasi. terima kasih sebelumnya untuk informasinya.
gustic
Aug 19th, 2008 at 3:52 pm@Marsel
Untuk tulisan yang ingin di publikasikan disini, silahkan kirim melalui kontak form yang ada. Untuk budaya flores, kira-kira tentang apa, mungkin aja sy bisa bantu.